0 Komentar
Sampah Elektronik Menghasilkan Uang Lho

Pesatnya perkembangan teknologi turut mempengaruhi tingkat perputaran jenis-jenis gadget dan juga perangkat elektronik ditengah-tengah masyarakat dewasa ini. Kepemilikan barang-barang elektronik dari berbagai jenis tersebut pada akhirnya menumpuk dan menjadi sampah elektronik.Pemakaian gadget dan perangkat elektronik yang makin tinggi dipengaruhi oleh perkembangan inovasi teknologi. Kepemilikan barang-barang elektronik yang sangat banyak turut pula berpengaruh pada menumpuknya sampah elektronik baik di rumah maupun di kantor.

Permasalahan sampah elektronik yang menumpuk di rumah maupun di kantor telah ditanggapi oleh sebuah kelompok asisten digital yang menyediakan layanan one stop solution, iSiaga, dengan merilis salah satu jenis layanan terbarunya.Layanan terbaru iSiaga bernama Ecocash. Layanan ini ditujukan untuk membantu konsumen yang mau menjual kembali gadget dan perangkat elektronik yang tidak terpakai lagi. Konsumen yang hendak menjual produk usangnya tersebut dapat menghubungi pihak iSiaga. Para konsumen tidak usah repot untuk mengantar barang-barang yang dijualnya karena pihak iSiaga sendiri yang akan mengambilnya plus transaksi di rumah konsumen.

”Ini merupakan layanan terbaru sebagai kelanjutan dari layanan iSiaga serupa sebelumnya. Bertolak dari permasalahan yang dialami konsumen dimana mereka kesulitan untuk membuang gadget dan peralatan elektroniknya yang telah menumpuk di kantor dan rumah”, terang Amrit Gurbani, CEO Lighthouse yang juga berposisi sebagai Strategic Advisor iSiaga seperti yang dikutip dari pernyataannya ke sejumlah media di PONG ME!, Jakarta, pada Senin (16/3/2015).

Pemakaian gadget dan barang elektronik lainnya oleh masyarakat dewasa ini ikut dipengaruhi arus tren teknologi. “Sehingga kami ingin menjadi wadah bagi pemakain barang elektronik yang menjual barang-barang yang tak terpakai lagi, rusak atau yang nilainya telah menurun bila dijual dimanapun, kami akan memberi solusi terhadap masalah itu”, lanjut Amrit. iSiaga pun menawarkan harga yang cukup beragam sesuai jenis gadget dan kondisi fungsional barang tersebut. Contohnya, smartphone atau telepon pintar. Untuk smartphone bermerek yang dalam kondisi rusak total, iSiaga menawarkan harga mulai Rp 50.000. sementara smartphone lawas yang tidak rusak dibayar dari harga Rp 100.000.

Perangkat usang dan rusak yang dibeli iSiaga tersebut akan dikumpulkan untuk kembali didaur ulang pihak ketiga yang menjalin kerja sama dengan iSiaga. ”Ada tiga recycler yang membantu kami, mereka berada daerah Bekasi, Jakarta Selatan, dan Jembatan Lima Jakarta Barat”, terang Amrit. Dalam layanan Ecocash itu tersedia juga pilihan bagi para pemilik gadget dan perangkat elektronik usang lainnya yakni pilihan berupa apakah barang bekas