0 Komentar
Beberapa Harga dari Produk Elektronik Dinaikkan

Harga sering menjadi hal yang sensitif, tidak terkecuali pada harga yang berkaitan dengan kenaikan produk. Hal ini juga berlaku untuk produk-produk yang diproduksi oleh PT Panasonic Gobel Indonesia. Meskipun nilai tukar terhadap dolar sedang tinggi, namun Panasonic tidak ikut-ikutan menaikkan harga produk begitu saja. Produk-produk mereka yang sudah beredar saat ini masih menggunakan harga normal. Hal ini dilakukan karena ada banyak pertimbangan yang harus dipikirkan ketika menaikkan harga dari sebuah produk.

Menurut Heru Santoso, Executive Director PT Panasonic Gobel Indonesia, nilai tukar memiliki pengaruh karena bahan baku untuk pembuatan sebuah produk masih diimpor dari luar negeri. Meskipun produksi dilakukan di dalam negeri, pengaruhnya tidak banyak. Dengan keadaan dolar yang nilainya masih tinggi, tentu saja harga produk diharapkan naik, namun pasar tentu tidak berharap demikian. Hal ini dikatakan Heru dalam acara peluncuran Glass Door Refrigrator yang diadakan di ballroom Shangrila, Selasa (22/9/2015).

Untuk memperbaharui harga produk, pihaknya masih membaca situasi terlebih dahulu dan melihat bagaimana kondisi pasar saat ini, bahkan ada juga beberapa produk yang harganya telah disesuaikan. Hal lain yang disiasati adalah dengan cara merilis produk baru, pelayanan yang ditingkatkan, dan jaringan penjualan yang diperkuat termasuk jika dilihat dari segi pengiriman.

Heru mengakui jika produk Panasonic dijual dengan harga yang mahal, hal ini disebabkan karena produk-produk yang dijual Panasonic adalah produk yang ditujukan untuk konsumen menengah ke atas. Meskipun dijual dengan harga mahal, bukan berarti Panasonic mengabaikan kualitas. Kualitas yang ditawarkan oleh Panasonic adalah kualitas yang bagus dan daya tahan yang dimilikinya tahan lama. Tidak cukup sampai disitu, teknologi yang diusung oleh Panasonic adalah teknologi yang memberikan pelayanan efisiensi listrik. Teknologi ini memungkinkan pemakaian barang yang listriknya bisa dihemat hingga 40%.

Meskipun Panasonic menginginkan harga yang tidak naik, namun pada akhirnya Panasonic memutuskan untuk menaikkan beberapa produknya akibat dari penggunaan bahan impor tersebut seperti peralatan rumah tangga dan pendingin udara. Selain karena nilai tukar doalr terhadap Reupiah yang terus naik, beberapa produk juga terpaksa disesuaikan dengan kenaikan harga dolar.

Beberapa bahan yang diimpor untuk pembuatan produk adalah plastik dan besi yang menjadi komponen penting dalam pembuatan barang yang diproduksi oleh Panasonic. Pihak Panasonic pun mengaku jika pembaharuan harga dilakukan setiap tiga bulan sekali. Harga produk selalu disesuaikan sesuai dengan kebijakan dan situasi yang ada. Jika ternyata harga bahan baku terus naik, maka harga produk juga akan terus disesuaikan. Langkah lain yang dilakukan untuk menyiasati hal ini adalah dengan melakukan efisiensi. Hal ini disebabkan karena biaya untuk SDM tidak disesuaikan dengan kenaikan harga dolar.