0 Komentar
Mengusir Kamar Mandi Yang Lembab dan Tak Berjendela

Kamar mandi seringkali menjadi permasalahan utama tatkala membangun sebuah rumah. Mengingat tingginya angka kebutuhan akan kamar mandi serta keterbatasan ruang yang dimiliki, mau tak mau kamar mandi pun diletakkan di tengah-tengah. Artinya kamar mandi berada pas di antara 2 ruangan, entah itu kamar mandi ataupun ruangan lainnya. Melihat hal tersebut, tentu kita cukup khawatir dengan tidak tersedianya ruang bebas untuk udara keluar masuk. Alhasil, kamar mandi pun lebih mudah lembab dan ditumbuhi jamur pada beberapa sisi.Sebenarnya, tak sulit untuk mengakali atau mencari solusi agar kamar mandi tak berjendela tetap bersih tanpa harus lembab, yakni.

1. Perpaduan antara exhausted fan dan jalusi

Bila kita perhatikan secara seksama, banyak kamar mandi di bangunan besar, seperti mall yang memanfaatkan sistem ini. Exhausted fan sengaja dipasang untuk mengalirkan udara bersih dan kotor dari maupun ke kamar mandi. Biasanya alat ini dipasangi di bagian atas kamar mandi, dengan jarak antara plafon dan atap minimal 1,5 meter. Sebelum memang alat inipun, pemilik harusnya sudah memastikan jikalau atap memiliki ventilasi yang akan digunakan untuk mengalirkan udara buangan dari exhausted fan.

Umumnya jenis exhausted fan yang digunakan bertipe sirocco, memiliki sistem penghisap layaknya AC. Lalu, bagaimana cara menghitung kebutuhan untuk daya sedot sebuah kamar mandi di rumah Anda? Ada cara paling efektif untuk menghitung kebutuhan daya sedot ini, yaitu 5 kali dari dimensi ruang kamar mandi. Misalkan saja Anda membangun kamar mandi dengan ukuran 2 x 3 x 2,5 meter. Hitungannya tentu saja 5 x 15 meter kubik, yang berarti 75 meter kubik per jam.

Penggunaan exhausted fan bisa pula dikombinasikan dengan pemasangan jalusi. Jalusi berfungsi memasukkan udara segar ketika exhausted fan tengah dinyalakan. Ada baiknya exhausted fan dipasang berseberangan dengan pintu masuk atau akses ke kamar mandi. Sedangkan jalusi dipilih berdesain sirip-sirip yang mengarah ke atas bukan ke bawah. Hal ini memungkinkan udara segar masuk melalui bagian bawah sirip atau jalusi dan menyegarkan udara di dalam ruangan.

2. Memanfaatkan sistem buangan dari AC

Jika Anda memiliki akses kamar mandi bersebelahan dengan kamar tidur, tidak ada salahnya mencoba tips yang satu ini. Dengan memanfaatkan sistem buangan dari AC, air yang membasahi kamar mandi jauh lebih cepat menguap. Sehingga kamar mandi pun tidak mudah lembab dan pertumbuhan jamur pun bisa ditekan. Untuk mengaplikasikan cara satu ini, Anda dapat membobol sisi yang bersebelahan dengan kamar tidur dan memasangkan blower AC disitu. Jangan terlalu khawatir dengan efek panas yang ditimbulkan oleh blower, sebab inilah yang Anda butuhkan. Biasanya hawa panas ini akan sedikit ternetralisir dengan bagian dinding yang berlubang serta mengalirkan udara.

3. Kurangi penggunaan air

Cara terakhir untuk menekan kadar kelembaban di kamar mandi Anda, cobalah untuk membatasi penggunaan air. Hal ini bisa dilakukan dengan mengakali penggantian bak mandi dengan penggunaan shower. Biasanya air yang digunakan saat mandi ataupun aktivitas lainnya jauh lebih hemat dan terkontrol.

Diskusi & Pertanyaan (0)