0 Komentar
Ketahui Apa Penyebab Kompor Gas Meledak

Beberapa tahun lalu, Indonesia sempat digemparkan dengan pemberitaan terkait meledaknya kompor gas. Kebanyakan dari kasus tersebut terjadi di pemukiman padat penduduk yang tak jarang merenggut korban jiwa. Hal ini sebenarnya tak terbatas pada penggunaan LPG 3 kg saja, tetapi sering pula dialami oleh mereka yang menggunakan tabung gas LPG berukuran 12 kg. Jumlah korban jiwa pun tak sedikit, mulai dari penderita luka bakar ringan, berat sampai yang harus meninggal.

Sayangnya, di tengah masyarakat timbul polemik terkait penggunaan tabung gas sendiri. Lalu, benarkah jika semua peledakan tersebut diakibatkan oleh tabung gas yang bocor dan meledak? Jika dilihat lebih jauh, sebenarnya kita bisa menyelidiki tabung gas dari pembuatan awalnya. Terlebih produksi atau proses pembuatan tabung gas LPG 3 kg dan 12 kg telah dipantau secara ketat. Baik dari proses produksi baja yang digunakan dan diproduksi oleh PT Krakatau Steel hingga proses pengisian gas.

Kompor Gas Meledak

Pembuatan baja serta proses pembuatan tabung gas sudah melewati serangkaian audit. Setiap alat yang digunakan sudah diuji kelayakan dan proses produksinya oleh para ahli. Hal ini mau tak mau tentunya menjamin kehandalan dan produk yang dihasilkan terjamin kualitasnya. Ada 2 jenis baja yang digunakan memang pada proses pembuatan tabung gas LPG tersebut. Untuk tabung LPG berukuran 3 kg, baja berstandar SG295 didaulat sebagai bahan dasar yang berkualitas.

Sedangkan tabung LPG berukuran 12 kg memiliki standar baja SG265 yang sudah melewati serangkaian tes. Ada rangkaian aturan yang harus dilewati oleh baja untuk sampai pada tahap produksi. Bisa dibilang ini tidak main-main sama sekali, karena harus melewati proses audit pula guna mendapatkan sertifikat SNI. Kesimpulannya tentu saja sudah diketahui, tidak mungkin tabung gas yang dihasilkan berkualitas ecek-ecek dan tidak memperhatikan keamanan para konsumen atau pengguna.

Dengan banyaknya pemberitaan di luar sana, nyatanya berpengaruh pula pada pengiriman tabung gas ke Pertamina. Untuk sementara waktu, tabung LPG ini sempat ditahan pengiriman pasokannya ke masyarakat. Kondisi ini sempat menuai kontroversi dan perhatian dari masyarakat di tahun 2010 sendiri. Jika memang disebabkan oleh tabung gas, mengapa kebanyakan kasus hanya terjadi pada tabung berukuran 3 kg? Kalaupun terjadi pada tabung LPG 12 kg, kenapa baru terjadi pada kisaran tahun yang sama?

Seperti yang kita ketahui, tabung LPG 12 kg telah diproduksi sejak puluhan tahun silam. Sedangkan tabung LPG 3 kg pun anehnya terjadi setelah beberapa bulan pemakaian, bukan pada awal-awal dikeluarkan. Apalagi beberapa penyelidikan mengatakan bahwa ledakan seringkali diakibatkan oleh kecerobohan konsumen. Frekuensi ledakna pada tabung LPG 3 kg pada awal produksinya pun termasuk kecil atau tidak seheboh tahun 2010 dan akhir-akhir ini pula.

Dari sini, Anda tentu bertanya-tanya apa sebenarnya faktor yang menyebabkan kompor gas meledak? Perangkat pada kompor gas tidak hanya terdiri dari tabung gas, tetapi adapula karet seal, regulator serta selang dan kompor itu sendiri. Karet seal pada tabung LPG umumnya hanya sekali pakai dan menempel pada tutup tabung. Bagian ini menjamin gas yang berada di dalam tabung tidak keluar, dengan kata lain mencegah terjadinya kebocoran yang berbahaya dari tabung LPG.

Bagian lainnya adalah regulator dan selang yang akan mengalirkan gas dari tabung ke kompor. Pada regulator, ada bagian terpenting yang terpasang, yakni stopper yang akan berfungsi secara otomatis. Stopper ini akan secara otomatis menyala dan mati saat kompor tidak digunakan sama sekali. Aliran gas pun akan terputus atau mati, sehingga pengguna akan merasa lebih aman. Di kompor sendiri, Anda akan menemukan semacam kran yang berfungsi mematikan aliran gas saat kompor tidak dinyalakan. Ini digunakan pun untuk mengatur besar kecilnya nyala api saat Anda memasak.

Bila Anda perhatikan lebih seksama, tabung LPG sebenarnya memiliki nametagnya masing-masing. Nametag ini berperan memberitahu jangka penggunaan tabung yang tidak lebih dari 5 tahun. Jika tabung gas sudah memasuki 5 tahun, biasanya ada penggantian yang dilakukan oleh pihak Pertamina. Namun adakah aturan yang harus dipatuhi dalam produksi regulator dan kompor gas yang digunakan konsumen? Sebenarnya ada aturan yang tertera untuk bagian tersebut, hanya saja jarang diperhatikan oleh pihak produsen dan importir.

Bayangkan saja, apa yang terjadi tatkala Anda menemukan kran pada kompor yang tidak berfungsi atau dol? Bagaimana pula dengan regulator serta selang yang lebih mudah bocor dan mengakibatkan gas keluar? Hal inilah rupanya yang mengakibatkan kasus meledaknya kompor gas semakin marak di tengah masyarakat. Dari hasil razia yang dilakukan di pasaran, ditemukan banyak sekali regulator dan kompor gas yang tidak memenuhi standar SNI. Sayangnya masih belum diketahui darimana barang-barang tersebut diimpor serta diproduksi.

Meskipun demikian, Anda perlu berhati-hati dengan produk murahan asal Cina. Bisa jadi produk-produk berupa regulator, selang serta kompor gas tidak memenuhi standar SNI. Kebanyakan produk tersebut dijual dengan harga yang sangat murah guna menarik minat masyarakat. Bahkan beberapa diantaranya ditaksir dengan harga yang tidak masuk akal atau sangat murah. Harga murah ini dikarenakan produsen maupun importir tidak mematuhi aturan SNI yang telah ditetapkan pemerintah.

Terlebih dengan berlakunya CAFTA yang memungkinkan setiap produk atau barang produsksi Cina masuk tanpa membayar bea cukai. Dari sekian banyak produk asal Cina yang masuk ke Indonesia, tak menutup kemungkinan beberapa diantaranya adalah regulator dan kompor gas yang Anda miliki. Untuk menghindari terjadinya kebakaran dan kompor yang meledak, mulailah berhati-hati memilih produk kompor maupun regulator serta selang yang Anda gunakan di rumah.

Diskusi & Pertanyaan (0)