0 Komentar
Cara Menghitung Berapa Ukuran PK AC Yang Anda Butuhkan

Penyejuk udara atau dalam bahasa Inggris disebut Air Conditioning (AC) adalah mesin yang dirancang agar menjaga kestabilan suhu udara dan kelembaban dalam suatu area. Elektronik satu ini memang sering kita banyak temui di dalam ruang tertutup umumnya. Namun apakah PK AC yang kamu pilih saat ini sudah cocok dengan besar ruangan kamu? Anda juga dapat menggunakan PK Calculator kami jika anda tidak mudah menghitung menggunakan rumus yang sudah tersedia.

Saat kita mulai memilih untuk membeli AC, mungkin yang kita ketahui secara umum semakin besar ukuran PK AC maka AC lebih dingin. Kesalahan memilih PK  AC untuk ruangan sebenarnya dapat merugikan. Misalnya saja memilih AC dengan ½ PK ditaruh pada ruangan yang terlalu luas alhasilnya ruangan tidak dingin. Begitu juga sebaliknya saat kita memilih PK yang besar karena tidak mau pusing lalu ditaruh pada ruangan yang kecil, tentu saja pastinya jadi dingin tapi tidak luput dari pemborosan listrik. Sebetulnya ada rumusan untuk menghitung berapa besar PK yang cocok dengan luas ruangan jadi kamu bisa membeli AC yang tepat untuk ditaruh pada ruanganmu. Mari kita kenali istilahnya dan cara menghitung untuk menemukan AC yang tepat.

Pada sebuah AC, ada 3 faktor penting yang harus kita kenali, yaitu :

  • BTU/h (British Thermal Unit per hour), Bisa dikatakan daya pendingin ac, BTU menyatakan kemampuan mengurangi panas / mendinginkan ruangan dengan luas dan kondisi tertentu selama 1 jam.
  • Daya listrik (Watt), Besarnya tenaga yang dibutuhkan ketika AC dalam kondisi menyala.
  • PK kompresor, PK adalah singakatan dari bahasa Belanda ‘Paarkdekracht’ yang berarti tenaga kuda, sedangkan dalam bahasaa Inggrisnya HP (Horse Power). Ini merupakan satuan daya pada kompresor AC, bukan daya pendingin AC.

Rumusan untuk menghitung :

Panjang (P) x Lebar (L) x 500 BTU/h

Kalkulasi ini diasumsikan bahwa tinggi ruangan disesuaikan dengan standar tinggi yang yang ada di Indonesia  yang pada umumnya 2,5m – 3m. Selain itu, perhitungan ini juga tidak memperhitungan faktor eksternal lainnya seperti, banyaknya orang dalam 1 ruangan, seberapa sering pintu terbuka dan tertutup, dan lain sebagainya. Rumus ini akan menghasilkan angka dalam satuan BTU/h kemudian angka tersebut dicocokkan dengan kemampuan AC untuk mendinginkan ruangan dalam satuan BTU/h yang ada di setiap AC.

Sebagai catatan, saya cantumkan daya pendingin AC berdasarkan PK :

  • AC ½ PK = ± 5.000 BTU/h → ukuran ruangan 10m²
  • AC ¾ PK = ± 7.000 BTU/h  → ukuran ruangan 14m²
  • AC 1 PK = ± 9.000 BTU/h   → ukuran ruangan 18m²
  • AC 1½ PK = ± 12.000 BTU/h         → ukuran ruangan 24m²
  • AC 2 PK = ± 18.000 BTU/h            → ukuran ruangan 36m²

Saya akan berikan contoh kasus agar lebih mudah dipahami..

Ruangan dengan Panjang 3m dan Lebar 3m

Hasil perhitungan 3m x 3m x 500BTU/h = 4.500 BTU/h

Berarti untuk ruangan sebesar 9m² minimal memerlukan AC ½PK, karena AC ½PK mempunyai BTU/h sebesar 5000.

 

Saya akan berikan contoh kasus lainnya dengan hasil yang berbeda..

Ruangan dengan Panjang 3m dan Lebar 4m

Hasil perhitungan 3m x 4m x 500BTU/h = 6000 BTU/h

Nah pasti kamu akan dilema akan memakai AC ½PK memiliki 5.000 BTU/h atau dan AC ¾PK memiliki 7.000 BTU/h ¾PK, karena dari hasil dapat dilihat nilai BTU/h berada diantaranya. Tentu saja saya menjawab pilih yang ¾PK. Alasannya.. Mari kita lihat perbandingannya.

Kondisi AC di ruangan saat menggunakan 1/2PK :

  • AC harus bekerja 100% dengan kecepatan fan maksimum dan suhu remote di temperatur terendah (16 derajat misalnya), barulah ruangan terasa dingin, terutama di siang hari saat sedang panas.
  • AC tidak akan bertahan lama karena kompresor harus terus bekerja maksimal.
  • Listrik lebih boros karena kompresor lebih banyak hidup dari pada mati.
  • Saat kompresor menyala konsusmsi listrik sebesar PK AC terus terkonsumsi (contoh konsumsi listrik dari AC ½PK sebesar 400 watt untuk tipe low).

Kondisi AC di ruangan saat menggunakan ¾PK :

  • Kamu cukup mengeluarkan kecepata 1 fan, suhu remote 22 derajat maka ruangan sudah terasa dingin.
  • Hal diatas akan berdampak pada konsumsi listrik walau sebesar 600 watt namun kompresor akan lebih sering mati dan tidak perlu bekerja maksimal.
  • AC lebih awet karena kompresor tidak perlu bekerja maksimal terus menerus.

Dengan kinerja kompresor pada AC ¾PK maka dalam bulan berjalan pemakaian listrik terhitung lebih hemat dibandingkan AC PK.

Jadi sudah paham khan bagaimana menemukan PK yang cocok untuk ruangan kamu? Sekarang tinggal kamu praktekkan dan berburu AC pilihan kamu.